Menurut
Sayuti, pensiunan PNS Pengairan yang kini berdomisili di Sambik Jengkel
menuturkan, berdasarkan Legenda atau cerita orang tua yang di ceritakan secara
turun-temurun, bahwa berdirinya Desa Selengen yang lokasinya di pinggir pantai
Tampes ini tepatnya pada tahun 1928.
Di pakainya nama Selengen sebagai nama Desa, kata
Sayuti, ini prosesnya sangat panjang.Dimana pada tahun 1928, ketika Wilayah
Sesait masih menyatu dengan Selengen, ketika di mekarkan menjadi 2 desa yaitu
Sesait sebagai desa induk dan Selengen menjadi desa pemekaran, timbullah
masalah yang sangat krusial yaitu masalah perbatasan kedua desa.
