Menurut sejarah / legenda atau cerita
dari pada orang tua secara turun temurun, yang di petik dari sebuah buku (
TAKEPAN ), bahwa berdirinya Desa ini pada tahun 1929 dan langsung di pimpin
oleh AMAQ RUSIMAN yang tentunya merupakan hasil pilihan rakyat, sedangkan Pusat
Pemerintahan kala itu masih belum di tentukan secara pasti dan Pimpinan Desa
bertempat tinggal di Desa Gondang sekitar 17 Km dari Desa Selengen, jadi segala
urusan tentang Pemerintahan Desa, Pembangunan dan Kemasyarakatan di kendalikan
dari tempat tinggal pimpinan terebut .
Pada tahun 1929 pada saat Desa ini di dirikan,
terjadilah perebutan tentang batas
wilayah antara Desa Sesait dengan Desa yang baru didirikan, menurut pengakuan
dari Kepala Desa Sesait pada waktu itu, bahwa wilayah kekuasaan termasuk
Amor-amor dan Lebari, sebaliknya Pimpinan Desa yang baru menjabat beberapa
bulan mengatakan bahwa wilayah merasa di rampas oleh Sesait, dalam Pertengkaran
tentang batas wilayah yang tak akan kunjung selesai, maka Kepala Distrik mengambil langkah-langkah dan kebijaksanaan
dengan jalan diadakan peninjauan tentang luas wilayah dari kedua belah pihak
dari hasil peninjauan tersebut, ternyata
wilayah Sesait pada saat itu jauh lebih luas jika dibandingkan dengan
Desa yang baru terbentuk untuk hal itulah maka Kepala Distrik Bayan dapat
memberikan keputusan tentang batas wilayah
dan di tentukan yang menjadi batasnya adalah Kali Lebari yang sekarang
merupakan Desa Gumantar Pecahan Desa Selengen, Kecamatan Kayangan .
Kemudian
untuk mengabdikan hasil perdamaian tersebut, maka Kepala Distrik Bayan bersama
Tokoh Agama dan Tokoh Adat meminta kepada Para Demung / Mekel untuk membuat
Prasasti yang nantinya sekaligus dapat di jadikan sebuah nama dari Desa baru
tersebut, pada saat itulah berdiri seorang Demung / Mekel yang mewakili teman -
temanya berbicara dengan penuh kewibawaan yang ada pada dirinya mengatakan
secara singkat antara lain:
Yang menjadi pokok
Permasalahan antara Desa Sesait dengan Desa ini adalah masalah batas wilayah,
maka untuk mengabadikan Perdamian ini saya beri nama “ SELENGEN “ yang berasal
dari kata “ SELENG “ dan yang berarti batas.
Selanjutnya yang perlu juga kami
cantumkan dalam sejarah Desa ini adalah nama dari Demung / Mekel yang
memberikan nama “ SELENGEN “ bernama
Demung / Mekel SUBAYA konon berita nya bahwa Demung / Mekel SUBAYA ini berasal
dari Dasan Belek yang sekarang ini menjadi wilayah Desa Gumantar yang sering
mengadakan Perjalanan/Perantuan, sehingga dalam sejarah terbentuk nya Desa
Gondang, Kecamatan Gangga, dengan mekel SUBAYA ini memegang peranan yang sangat
penting .
Di dalam
penyebarannya misi yang di bawa adalah dalam rangka menyebar luaskan Agama Islam, hal itu
terbukti bahwa di tempat asalnya ia mendirikan sebuah Masjid yang berlokasi di
Dusun Gumanatar serta yang ingin diwujudkan pada masa hidupnya suatu adanya
Kesatuan dan Persatuan antara masyarakat satu dengan lainnya dimana yang
menjadi kehawatiran adalah masuknya pengaruh-pengaruh dari luar terutama
Penjajah Belanda pada saat itu.
Seiring dengan Perekembangan jaman
dan untuk memudahkan Pemerintahan pada saat itu
Desa Selengen yang dulu begitu Luas terjadi 2 kali Pemekaran Desa, Pada
tahun 1995 terjadi Pemekaran yang Pertama maka terbentuklah Desa Gumantar dan dalam segala waktu tujuh tahun
terjadilah Pemekaran yang Kedua yaitu tahun 2002 terbentuk Desa Pemekaran baru lagi “ Desa Salut “
Untuk kelengkapan dari Sejarah
Desa Selengen, di bawah untuk kami Cantumkan nama-nama Kepala Desa yang pernah menjabat sejak berdirnya
samapai dengan saat ini :
NO
|
NAMA KEPALA DESA
|
MASA
JABATAN
|
KETERANGAN
|
1
|
AMAQ RUSIMAN
|
1929 s/d 1930
|
|
2
|
AMAQ NAYASIM
|
1930 s/d 1937
|
|
3
|
AMAQ SINGANOM
|
1937 s/d 1957
|
|
4
|
RADEN MEDAWATI
|
1957 s/d 1961
|
|
5
|
MAHRUDIN
|
1961 s/d 1980
|
|
6
|
ACHMADI
|
1980 s/d 1993
|
|
7
|
MARSAH
|
1993 s/d 2001
|
|
8
|
KARDIP
|
2001 s/d 2012
|
|
9
|
SADIRMAN
|
2013 s/d Sekarang
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar